Pidato Kesehatan (kanker serviks)


Assalamu’alaikum wr.wb.

Yang terhormat Kepala SMP N 2 Kebumen, Bapak Sardi S.Pd MMPd.
Yang kami hormati Bapak/Ibu Guru beserta staf karyawan SMP N 2 Kebumen,
Yang kami hormati rekan-rekan kerja dari Puskesmas I Kebumen,
dan siswa-siswi SMP N 2 Kebumen yang kami cintai dan kami banggakan.
                Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat yang telah dicurahkan kepada kita, sehingga dapat berkumpul di sport hall SMP N 2 Kebumen  tanpa aral suatu apapun. Sholawat salam senantiasa kita panjatkann kepada Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di Yaumul Akhir amin.
                Sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas kesempatan  yang diberikan pihak SMP N 2 Kebumen kepada kami pagi hari ini. Perkenalkan saya Mega Atika dari Puskesmas I Kebumen akan menyampaikan beberapa hal mengenai kanker serviks.
                Hadirin yang kami hormati,
                Apa sih kanker serviks? Kanker serviks adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Ada banyak jenis kanker yang dapat menyerang tubuh kita, perlu diketahui saat ini penyakit kanker rahim menempati peringkat teratas diantar berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia saja, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8.000 kasus dintaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi di dunia. Megapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut, udang di balik batu,bahkan serigala berbulu domba,sulit sekali dideteksi hingga kanker telah mencapai stadium lanjut.
                Hadirin yang berbahagia,
                Sebenarnya apa penyebab kanker serviks? Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV ( Human Papilloma Virus ). Jenis virus HPV yang  paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama dengan berganti-ganti pasangan. Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan pendarahan saat contact bleeding, keputihan yang berlebihan dan tidak normal, pendarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Perkembangan kanker ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.
                Hadirin yang terhormat,
                Siapa sajakah yang beresiko terjangkit kanker serviks? Sebenarnya semua wanita dapat terjangkit kanker serviks, namun ada penelitian yang menyebutkan faktor-faktor manusia dapat lebih mudah beresiko kanker serviks yaitu seorang perokok, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. Jika seseorang ingin mengetahui apakah dirinya terkena kanker serviks atau tidak, cara untuk mendeteksinya adalah dengan Pap Smear. Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka) yang relatif lebih mudah dan lebihh murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan baru unuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hibrid Capture II System (HCII).
                Hadirin yang saya hormati,
                Meski menempati urutan tertinggi diantara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti, rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual, memelihara kesehatan tubuh, dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.
                Banyak yang bertanya, “kalau sudah terinfeksi kanker serviks, bisakah disembuhkan?” Berhubung tidak mengeluhkan gejala apapun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya. Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih mendapatkan terapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100 % penderita mengalami kesembuhan.
                Ingat!,kanker serviks bisa menyerang siapa saja perempuan. Namun cara yang bisa dilakukan anak remaja seperti kalian adalah haruslah tetap menjaga diri jangan sampai terjerumus kedalam seks bebas yang akan berakibat fatal.
                Demikian saja kiranya yang dapat saya sampaikan pagi hari ini,semoga dapat membawa manfaat bagi kita semua. Mohon maaf atas tutur kata yang kurang berkenan, terima kasih.
               
Wassalamu’alaikum WR.WB

Komentar